Baju kebesaran melekat
Bising kendaraan mengacaukan
Deru lonceng vokal manusia beradu
Pasang-pasang mata menggoda
Aku terganggu
Ada orang menderita sekali
Seorang bapak dua anak
Sakit, tak bisa kerja
Ada orang menderita sekali
Seorang anak yang punya bapak
Tapi rasa-rasanya tidak begitu
Ada orang gesit sekali
Bukan untuk dikenal apalagi dipuji
Orang ingin siapa saja nyaman
Orang ingin siapa saja membutuhkan
Orang ingin selalu dicari-cari..
-iR-
Perpusda Banyumas, 2016
Rabu, 11 Mei 2016
Kamis, 03 Desember 2015
Catatan Pengalaman Intan Mengkuti tes SBMPTN 2015
Kamu lulusan SMA/sederajat dan mau melanjutkan studi ke
pendidikan tinggi? Bingung atau belum punya gambaran soal kuliah? Bingung
bagaimana cara masuk perguruan tinggi negeri (terutama)? Bingung bagaimana teknis
pembayaran kuliah atau sedang nyari-nyari soal beasisiwa dikti?
Kalau kamu membingungkan itu semua, berarti sama denganku
dulu saat berada di posisi kamu sekarang.
Gini loh, Sob.. cies, penulis so akrab nih. Hehe
Ketika kita sudah selesai masa esema, pilihannya sederhana,
melanjutkan ke dikti atau tidak. Kalau bisa sih ambil opsi pertama saja ya. Kuliah.
Jawaban yang #cakep kalau kamu punya semangat buat terus
belajar. Pertanyaannya sekarang, bagaimana
Kuliah, Siapa Takut!
Sudah habis masa esema. Setelah itu mau apa? Kerja? Okey,
boleh lah. Biar bisa cari uang sendiri. Tapi kerja apa? Kita punya apa yang
bisa menghasilkan uang? Atau kuliah saja? Ini lebih menantang. Karena kita
harus menguras otak lagi. Apalagi di dunia perguruan tinggi pastinya akan
banyak tuntutan-tuntuntan. Biayanya juga pasti tidak murah. Eah, jadi enggan?
Atau kursus saja ya? Setahun bisa dapat sertifikat, pengalaman kerja langsung
di lapangan, dan budget lebih sedikit. Tapi sertifikat kursus aja, kayaknya
masih kurang.
“Lantas, mau apa setelah esema?”
“Kuliah dong.”
Cakep. Sebuah jawaban cerdas. Belajar di mana sih? Hehehe
Sobat kece, pendidikan tinggi itu penting lho. Penting buat
yang MERASA membutuhkan. Mengapa
Coretan Pena Intan untuk Adik-Adik Terbaik
Dear my young brother and sister.
Adik-adikku yang baik, hari-hari di kampus dengan seragam putih
abu-abu kian hari kian dekat untuk ditanggalkan. Tidak bisa kita ingkari
bersama bahwa jatah hidup siswa kelas dua belas memang hanya terhitung sekitar
delapan bulan. Setelah itu, kalian akan memilih lagi untuk melanjutkan ke
pendidikan tinggi, atau mungkin ingin belajar di lembaga informal layaknya
kursus, atau dengan berbagai keadaan sehingga tidak bisa melanjutkan. Yang
pasti, jangan terlalu terburu untuk belajar menjadi seorang suami atau isteri
ya?? hehehe, perjalanan kita masih cukup panjang untuk membuat
perubahan-perubahan besar bagi bangsa ini.
Untuk adik-adik yang sedang dirundung kegalauan mengenai
bagaimana kehidupan setelah esema, jangan bersedih hati. Yakinlah bahwa kalian
tidak sendirian. Aku menyadari kegelisahan kalian, karena aku sendiri
Kamis, 08 Oktober 2015
Mahasiswa Kura-Kura atau Kupu-Kupu?
Artikel pertama dengan status sebagai mahasiswa ini adalah tuntutan sebuah tugas magang di Lembaga Pers Mahasiswa "Sketsa" Unsoed, new almamater. Ke depannya, (insyaAllah) akan banyak produk-produk tulisan yang terlahir dari coretan pena ini. Bismillah.
Mahasiswa Kura-Kura atau Kupu-Kupu?
Berbicara mengenai mahasiswa erat kaitannya dengan indeks
prestasi serta pengabdian masyarakat. Dalam konteks indeks prestasi atau lebih
akrab disapa dengan sebutan IP ini, sebagian besar mahasiswa dengan berbagai metode
maupun trik-trik jitu tertentu secara kreatif berusaha seoptimal mungkin untuk
meraih IP tinggi tersebut. Tidak dapat diingkari bahwa IP cumlaude telah menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para mahasiswa.
Di sisi lain, mahasiswa yang statusnya sedang belajar di
sebuah perguruan tinggi digadang-gadang untuk
Siapakah Mahasiswa?
Bagai permata diantara batu-batu kali
Dipandang dari sudut manapun ia tetap bercahaya
Ia tetap berharga..
Dihormati dan disegani tak bertepi
Dihujani pujian-pujian yang silih antara datang dan pergi
Namun, tahukah kau?
Untuk menjadi permata itu tidak semudah engkau membalikkan
telapak tanganmu
Tidak semudah setetes air yang terjebak di daun talas
Lalu jatuh ke tanah..
Atau bola yang dilempar ke atas dengan lekas kembali ke bumi
karena hukum gravitasi
Senin, 05 Januari 2015
Best Moral Value in First Meet
Hello, my name is Intan. I’m so happy to live in Khatulistiwa. Many best people around me. My parents, my teacher, my friends, and other who always support me in every step that I choose. They are my motivator and the best inspirator.
I love them very much. I wish we will never forget each
other. And I hope,
Langganan:
Postingan (Atom)